22 Januari 2026 Musi Rawas Utara Sum Sel Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) rampungkan lima Jembatan Gantung diakhir tahun 2025.
Kelima Jembatan tersebut yakni Jembatan gantung di Desa Lubuk Kumbung Kecamatan Karang Jaya, Jembatan gantung Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya, Jembatan gantung Desa Batu Gajah Kecamatan Rupit, Jembatan gantung Desa Lesung Batu, Jembatan gantung Desa Muara Kuis Kecamatan Ulu Rawas yang putus akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Muratara pada tahun 2024 silam.
“Pembangunan lima jembatan gantung ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Muratara dalam menunaikan janji politik serta upaya pemulihan infrastruktur vital yang menjadi akses utama masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan,”kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muratara
Salahudin melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Kesya saat di wawancara awak media di ruang kerjanya
Ia menjelaskan dari lima jembatan gantung yang dibangun, satu jembatan yang terletak di Desa Lubuk Kumbung Kecamatan Karang Jaya didanai melalui bantuan Gubernur Sumsel tahun anggaran 2025. Sementara empat jembatan lainnya dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muratara tahun 2025.
“Lima jembatan yang sempat putus akibat banjir Alhamdulillah saat ini sudah selesai dibangun kembali. Ini merupakan hasil kerja keras Pemda Kabupaten Muratara dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat,”jelasnya
Ia berharap dengan rampungnya pembangunan jembatan gantung tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan dan meningkatkan konektivitas antar wilayah yang sebelumnya sempat terisolasi.
“Alhamdulillah, di akhir tahun 2025 kemarin seluruh jembatan gantung yang putus akibat banjir di awal tahun 2024 lalu telah selesai dibangun kembali dan saat ini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,”ujarnya
Dia menambahkan, pembangunan Jembatan gantung tersebut tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dan kualitas konstruksi agar jembatan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Pembangunan dilakukan sesuai standar teknis, sehingga jembatan aman dilalui oleh masyarakat,”tutupnya”. ( Hazam)

Posting Komentar