Usai Viral di Medsos, LPG 3 Kg Akhirnya Disalurkan ke Warga Desa Kertadewa, LBH PETA Soroti Harga dan Distribusi



MUSI RAWAS UTARA -- Kelangkaan gas LPG 3 kilogram bersubsidi yang sempat viral di media sosial akhirnya mendapat respons. Pada Kamis (5/3/2026), LPG bersubsidi tersebut mulai didistribusikan kepada warga Desa Kertadewa, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas.


Pantauan di lapangan, penyaluran gas LPG 3 kg kepada masyarakat penerima manfaat berlangsung di Desa Kertadewa. Proses pendistribusian tersebut juga diawasi langsung oleh Kepala Desa Kertadewa, Senang Hati, guna memastikan gas bersubsidi tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.


Meski demikian, hingga saat ini belum dapat dipastikan berapa harga LPG bersubsidi yang dijual kepada masyarakat. Warga sebelumnya mengeluhkan harga gas yang melonjak hingga mencapai Rp32.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.


Menyoroti persoalan ini, Ketua LBH PETA DPD Sumatera Selatan, Hazam, melontarkan kritik keras terkait kelangkaan dan tingginya harga gas LPG bersubsidi tersebut.


Ia berharap kelangkaan gas LPG 3 kg yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu tidak terus berulang, terlebih menjelang bulan Ramadan dan hari-hari besar keagamaan.


> “Kami ikut memantau persoalan gas LPG yang sempat langka dan harganya tinggi. Kalau bisa, kelangkaan gas ini jangan lagi terjadi, apalagi saat bulan Ramadan atau menjelang hari raya,” ujarnya.

Hazam juga menyoroti perusahaan yang menaungi agen distribusi gas di wilayah tersebut, salah satunya PT Dua Putri Anwar, agar lebih memperhatikan sistem pendistribusian gas LPG bersubsidi.


Menurutnya, perusahaan seharusnya dapat membuka agen khusus di Desa Kertadewa yang diawasi langsung oleh pemerintah desa agar distribusi gas tepat sasaran dan dijual sesuai harga HET.


> “Seharusnya gas itu dibongkar langsung di Desa Kertadewa dan dibuat agen khusus untuk warga desa tersebut. Bahkan masyarakat setempat bisa menjadi agen, bukan justru warga dari desa lain,” katanya.

Ia juga menyinggung salah satu agen yang disebutnya berasal dari Desa Sungai Baung, bukan dari Desa Kertadewa, sehingga dinilai kurang tepat dalam sistem distribusi kepada masyarakat setempat.


Lebih lanjut, Hazam berharap pihak perusahaan segera melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi LPG bersubsidi tersebut. Ia menegaskan, langkah tersebut penting agar ke depan masyarakat Desa Kertadewa dapat memperoleh gas LPG dengan harga sesuai HET serta distribusinya benar-benar tepat sasaran. ( Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama