NU Musi Rawas Apresiasi Kunjungan Kapolda Sumsel, Ketua DPD LBH PETA Sumsel: Perkuat Sinergi Ulama dan Umara



MUSI RAWAS — Kunjungan Kapolda Sumatera Selatan ke Pondok Pesantren Wali Songo Desa F Trikoyo, Kabupaten Musi Rawas, pada 29 April 2026 mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Ketua DPD LBH PETA Sumsel.


Ketua PCNU Musi Rawas menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan jajaran Polda Sumsel kepada kalangan pesantren dan santri.


“Kami atas nama seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama, mulai dari Fatayat, Muslimat, GP Ansor, Banser, Pergunu, PSNU, seluruh Ketua MWCNU se-Kabupaten Musi Rawas, serta para santri dan santriwati, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polri, khususnya Polda Sumatera Selatan,” ujar KH. Munir, Rabu (30/4/2026).


Ia menambahkan, bantuan yang diberikan sangat dirasakan manfaatnya, mulai dari pembagian sembako kepada santri hingga pembangunan fasilitas tempat wudhu serta renovasi masjid di lingkungan pondok pesantren.


“Kapolda berkenan hadir langsung ke pondok pesantren, ini menunjukkan beliau dekat dengan kalangan santri. Jika umara dan ulama bersatu, maka kamtibmas akan terjaga dengan baik,” lanjutnya.


Munir juga menyampaikan dukungan penuh NU terhadap upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia bahkan mengapresiasi slogan yang diusung Kapolda.


“Kami siap membantu dalam menjaga kamtibmas. Bahkan kami izin menggunakan slogan beliau, ‘sudahkah kita berbuat baik hari ini’. Jika niat kita selalu berbuat baik, maka kejahatan dapat dicegah secara fundamental,” jelasnya.


Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Sumsel turut melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan tempat wudhu di Pondok Pesantren Wali Songo sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sarana ibadah.


Sementara itu, Ketua DPD LBH PETA Sumatera Selatan menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam membangun kedekatan antara aparat penegak hukum dengan masyarakat, khususnya kalangan pesantren.


Menurutnya, pendekatan humanis yang dilakukan Kapolda Sumsel menjadi contoh baik dalam menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.


“Ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Sinergi antara ulama dan umara seperti ini sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.


Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel, Kapolres Musi Rawas AKBP , Sekda Musi Rawas, serta pengurus NU dari tingkat wilayah hingga cabang.


Dengan adanya kolaborasi yang erat antara aparat keamanan dan tokoh agama, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Musi Rawas, dapat terus terjaga dengan baik. ( Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama