MODEL CIRCULAR ECONOMY BASED VALUE CREATION PADA UMKM PERIKANAN WUJUDKAN ZERO WASTE DAN KEBERLANJUTAN EKONOMI PESISIR DI KAMPUNG BAHARI



Bengkulu, 12 Juni 2026
– Tim pengabdian masyarakat yang dipimpin oleh Dr. Febzi Fiona melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah ikan segar melalui pendekatan ekonomi sirkular di Kampung Bahari, Kota Bengkulu, Jumat (12/6/2026) pukul 08.30 WIB.


Kegiatan yang mengusung tema “Model Circular Economy Based Value Creation pada UMKM Perikanan” ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan masyarakat pesisir dalam mengolah limbah ikan menjadi tepung ikan yang bernilai ekonomis.


Dalam pemaparannya, Dr. Febzi Fiona menjelaskan bahwa tepung ikan hasil pengolahan limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, khususnya unggas, karena memiliki kandungan gizi yang tinggi dan dapat digunakan sebagai tambahan nutrisi.


“Melalui pelatihan ini, mitra tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, tetapi juga didorong untuk melihat limbah sebagai sumber ekonomi baru yang memiliki nilai tambah,” ujarnya.


Tepung ikan yang diproduksi secara mandiri berpotensi menjadi produk bernilai jual yang dapat dipasarkan melalui berbagai platform e-commerce. Hal ini membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.


Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam mengubah limbah menjadi sumber daya produktif yang sejalan dengan prinsip zero waste dan pembangunan berkelanjutan.


Para peserta menyampaikan harapan agar program yang telah dilaksanakan oleh para dosen Universitas Bengkulu (UNIB) dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan pendampingan dan pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


Ketua Kelompok Nelayan Kampung Bahari, Budi Alam, mengatakan bahwa keberlanjutan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas.


“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga dapat meningkatkan kapasitas masyarakat, mendorong inovasi, serta mendukung kesejahteraan ekonomi dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” ungkapnya.


Respon positif juga disampaikan oleh tokoh adat dan unsur pemerintah setempat, termasuk Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Mereka mengapresiasi kontribusi tim pengabdian Universitas Bengkulu dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.


Masyarakat Kampung Bahari turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh dosen dan anggota tim pengabdian Universitas Bengkulu yang telah berbagi ilmu dan pengalaman demi kemajuan masyarakat setempat.

( Hen Maras)

1 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama